Wednesday, July 15, 2009

OpenOffice 3.1

OpenOffice 3.1 melakukan startup dengan cepat - itu impresi pertama saya. 11 detik membuka OpenOffice Calc. Close, kemudian buka lagi - 3 detik untuk membuka Calc untuk kedua kalinya.

http://www.openoffice.org/dev_docs/features/3.1/index.html

http://openoffice.bouncer.osuosl.org/?product=OpenOffice.org&os=winwjre&lang=en-US&version=3.1.0

Skills Statistics

There is always a concern of skill shortage when we try to decide which platform of choice we're going to use to develop internal applications.
Well, maybe we could see what kind of skills is up for sale at www.elance.com :
Some thing we could try to relate from this list :
Popularity of programming languages : 1. PHP with 11 thousand freelancers, 2. .NET with 8 thousand, 3.Java with 8 thousand freelancers. ASP.NET ranks further below (5 thousand freelancers), as a web development platform its ranking is not as favorable as PHP (another popular web development platform). I assume that .NET skill means client-server WinForms skill. Further down is J2EE which somehow as popular as Visual Basic (we know how popular VB are in the real world.. )
Strange enough, there is no Oracle skilled freelancers open for hire, despite MySql as 1st place popular database and SQL Server as 2nd popular database skill.
Operating System skills : Windows as 1st place with 4 thousand freelancers, but it is not that far with Linux with 3 thousand freelancers.

Friday, July 10, 2009

Learning

Ada perkataan: makin banyak yang kita tahu, makin sadar kita bahwa kita baru mengetahui sebagian kecil dari pengetahuan yang ada.
Di industri yang saya geluti, industri teknologi informasi, pembelajaran berlangsung tanpa henti. Selalu ada hal yang baru. Sampai suatu saat, berpikir apakah perlu untuk menghentikan penyerapan hal baru dan saatnya menerapkan hal-hal yang telah diketahui.
Mari kita lihat model proses belajar (Learning) yang umum ada di perusahaan jaman dahulu. Pada model ini, moda belajar utama yang diakui perusahaan ialah pembelajaran formal - keryawan dikirim untuk pelatihan, sehingga mendapatkan skill dan knowledge yang dibutuhkan untuk bekerja. Karyawan cuma perlu menerapkan apa yang diberikan dan mengikuti peraturan - it is a simple world. Jika ia belajar dari jalur lain, itu merupakan nilai tambah yang dimilikinya, namun pada model learning lama jalur lain tidak diatur dan tidak diperhitungkan. Perusahaan menyiapkan career path dan learning path - karyawan tinggal mengikuti dengan baik.
Masuklah ke abad 21.
“80% of learning and knowledge transfer occurs through informal, tacit learning activities but only 20% of the budget spent on corporate learning is focused on informal learning activities.”
– The Business Impact of Social Computing on Corporate Learning, Carol Rozwell, Gartner Research
Ada apa dengan formal learning? Masalah dengan formal learning dengan konten semi-statis ialah :
  1. Courseware that is outdated due to lack of bandwidth from the content team
  2. Course content that is not easily accessible or searchable, or that only a handful of subject matter experts even know exists
  3. Overabundant content that can make finding the best fit a daunting task
  4. Content that lacks the real-world examples and insight delivered through interaction with subject matter experts
  5. Content that fails to address “never seen before” situations, and that cannot give learners the confidence needed to perform in a highly uncertain environment

Perubahan kondisi lapangan terjadi sangat cepat, demand akan knowledge dan skill baru cukup tinggi, sementara tenaga kerja dibatasi mengakibatkan workload tinggi pula - karyawan tidak sempat mengikuti Training, ia akan mengandalkan intuisinya dan bantuan dari expert lewat jalur informal. Ia akan belajar secara informal mendapatkan skill dan knowledge yang dibutuhkannya.. itulah yang akan terjadi. Itulah yang sedang terjadi.

Thursday, July 9, 2009

IE memanggil Firefox ?

Siang hari ini ada pasien sebuah komputer yang IE nya ngadat. IE mau muncul, tapi kalau diketik URL di address barnya, muncul popup Application not found. Ada lambang Firefox di start menu tapi executablenya tidak ada. Clue dari pengguna komputer ialah ia tadinya mencoba memasang IE7 dan kemudian diuninstall (sehingga IE yg aktif IE6). Tampaknya Firefoxnya juga diuninstall (entah karena alasan apa).
Googling sana-sini, sampai akhirnya menginstall Windows XP Service Pack 3 karena berasumsi ada DLL yang mismatch atau tidak lengkap. Tetap kondisi tidak membaik.
Ternyata masalahnya ada di sebuah registry key. Entah bagaimana registry key ini merefer ke DLL milik IE7 di temporary folder dan mempengaruhi perilaku IE6 sehingga mencari Firefox (uaneeeh) ketika sebuah URL diketikkan di address bar. Kalo ga percaya, liat bahasan di sini dan sini.
Solusi masalah ini ialah menghapus registry key HKEY_CLASSES_ROOT\CLSID\{C90250F3-4D7D-4991-9B69-A5C5BC1C2AE6}, tutup semua jendela IE (kalau perlu hentikan Explorer), tunggu 5 detik, kemudian buka kembali IE. Ada yg menyarankan menghapus file DLL IE7 tapi tadi saya tidak lakukan (mungkin kalo error lagi baru aku jalanin :) )

Roles, Profiles dan PFCG di SAP

Ini adalah sebuah overview mengenai sistem authorization di SAP. Ketika seorang user (mencoba) melakukan suatu hal di sistem SAP, misalnya membuka transaksi screen ber-kode tertentu, sistem akan memeriksa apakah user tersebut memiliki authorization object tertentu. Jika authorization object tersebut dimiliki, maka diperiksa juga apakah nilai field-fieldnya match atau tidak dengan properti dari operasi yang akan dilakukan. Sebuah authorization object berisi beberapa field, field ini dapat diisi * (wildcard), multiple value ataupun single value, dan logika matching ini disesuaikan dengan jenis value yang diisi. Field diisi * berarti match dengan semua operasi. Field berisi multiple value berarti match jika properti operasi sama dengan salah satu value yang ada.
Role merupakan kumpulan dari Menu dan Authorization Object. Ada pemisahan yang agak kurang natural antara Role dan Profile, di mana Profile yang dimiliki user-lah yang dicek oleh sistem authorization di SAP. Ketika Role disave, ia harus digenerate menjadi Profile. Baik Role dan Profile diasosiasikan dengan user.
Di mana peran PFCG? PFCG menggenerate Profile dari Role. Tetapi lebih penting lagi, ia menggenerate Authorization Object yang diperlukan dari Menu yang telah dipilih ke dalam Role. Dari authorization object yg disuggest oleh PFCG, admin dapat mengubah isi field, menonaktifkan authorization object, atau bahkan menambahkan authorization object baru.

Oracle 10.2 on Linux x86_64

Bagaimana caranya kita install Oracle Database Server di Linux ? Jika anda berkata, masukkan DVD/CD, run installer, klik next-next-next, anda salah besar..
Isu major: installer Oracle 10g untuk Linux tidak sadar akan semua paket sistem yang diperlukan sebelum instalasi Oracle Database. Hasilnya: ketika cek persyaratan, semua OK, tetapi installer bisa saja mandek di tengah jalan dengan error tertentu.
Guideline : Oracle Metalink Note 169706.1 (aku tahu kode ini malah dari SAP Notes :) ). Pada Red Hat Enterprise Linux 4, atau CentOs 4, Install paket-paket berikut ini sebelum instalasi (perhatikan ada paket x86_64 maupun i386):
# binutils-2.15.92.0.2-13.0.0.0.2.x86_64
# compat-db-4.1.25-9.x86_64.rpm
# compat-gcc-32-c++
# compat-libstdc++-33-3.2.3-47.3.x86_64.rpm
# compat-libstdc++-33-3.2.3-47.3.i386.rpm
# control-center-2.8.0-12.x86_64.rpm
# gcc-3.4.3-47.x86_64.rpm
# gcc-c++-3.4.3-47.x86_64.rpm
# glibc-2.3.4-2.9.x86_64.rpm
# glibc-2.3.4-2.9.i386.rpm
# glibc-common-2.3.4-2.9.x86_64.rpm
# glibc-devel-2.3.4-2.9.x86_64.rpm
# glibc-devel-2.3.4-2.9.i386.rpm
# glibc-headers-2.3.4-2.9.x86_64.rpm
# glibc-kernheaders-2.4-9.1.87.x86_64.rpm
# gnome-libs-1.4.1.2.90-44.1.x86_64
# libaio-0.3.103-3.i386.rpm
# libaio-0.3.103-3.x86_64.rpm
# libgcc-3.4.3-9.EL4
# libstdc++-3.4.3-22.1.x86_64
# libstdc++-devel-3.4.3-22.1.x86_64
# make-3.80-5.x86_64.rpm
# pdksh-5.2.14-30.x86_64.rpm
# sysstat-5.0.5-1.x86_64.rpm
# util-linux-2.12a-16.EL4.23.x86_64 (for raw devices)
# xorg-x11-deprecated-libs-6.8.1-23
# xscreensaver-4.18-5.rhel4.2.x86_64.rpm
Gunakan yum untuk menginstall paket2 ini dari repository paket Linux yang anda gunakan. Saya sarankan Linux yg diinstall pakai distribusi Centos karena repositorynya dapat diakses dengan bebas, jika pakai Red Hat maka repositorynya tidak bebas diakses (anda harus punya support account).

Sebuah saran: kalau ada paket yg terlewat, dan terjadi error, anda akan tergoda untuk menginstall paket yg terlewat tadi dan menekan tombol Retry di oracle installer. Jangan lakukan itu, pilih abort dan ulangi instalasi dari awal.

Selain paket-paket, mungkin kernel parameter perlu anda ubah. Edit di /etc/sysctl.conf. Pada setting saya, ada nilai2 berikut :
#oracle-requested params
kernel.sem = 250 32000 100 128
kernel.shmmax = 1073741824
net.ipv4.ip_local_port_range = 1024 65000
net.core.rmem_default = 262144
net.core.rmem_max = 262144
net.core.wmem_default = 262144
net.core.wmem_max = 262144