Friday, July 10, 2009

Learning

Ada perkataan: makin banyak yang kita tahu, makin sadar kita bahwa kita baru mengetahui sebagian kecil dari pengetahuan yang ada.
Di industri yang saya geluti, industri teknologi informasi, pembelajaran berlangsung tanpa henti. Selalu ada hal yang baru. Sampai suatu saat, berpikir apakah perlu untuk menghentikan penyerapan hal baru dan saatnya menerapkan hal-hal yang telah diketahui.
Mari kita lihat model proses belajar (Learning) yang umum ada di perusahaan jaman dahulu. Pada model ini, moda belajar utama yang diakui perusahaan ialah pembelajaran formal - keryawan dikirim untuk pelatihan, sehingga mendapatkan skill dan knowledge yang dibutuhkan untuk bekerja. Karyawan cuma perlu menerapkan apa yang diberikan dan mengikuti peraturan - it is a simple world. Jika ia belajar dari jalur lain, itu merupakan nilai tambah yang dimilikinya, namun pada model learning lama jalur lain tidak diatur dan tidak diperhitungkan. Perusahaan menyiapkan career path dan learning path - karyawan tinggal mengikuti dengan baik.
Masuklah ke abad 21.
“80% of learning and knowledge transfer occurs through informal, tacit learning activities but only 20% of the budget spent on corporate learning is focused on informal learning activities.”
– The Business Impact of Social Computing on Corporate Learning, Carol Rozwell, Gartner Research
Ada apa dengan formal learning? Masalah dengan formal learning dengan konten semi-statis ialah :
  1. Courseware that is outdated due to lack of bandwidth from the content team
  2. Course content that is not easily accessible or searchable, or that only a handful of subject matter experts even know exists
  3. Overabundant content that can make finding the best fit a daunting task
  4. Content that lacks the real-world examples and insight delivered through interaction with subject matter experts
  5. Content that fails to address “never seen before” situations, and that cannot give learners the confidence needed to perform in a highly uncertain environment

Perubahan kondisi lapangan terjadi sangat cepat, demand akan knowledge dan skill baru cukup tinggi, sementara tenaga kerja dibatasi mengakibatkan workload tinggi pula - karyawan tidak sempat mengikuti Training, ia akan mengandalkan intuisinya dan bantuan dari expert lewat jalur informal. Ia akan belajar secara informal mendapatkan skill dan knowledge yang dibutuhkannya.. itulah yang akan terjadi. Itulah yang sedang terjadi.

No comments: