Thursday, April 9, 2009

Bagi orang yg telah disebut sebagai pelupa sejak sekolah dasar, tampaknya pertanyaan mendasar ini seharusnya sudah muncul sejak lama. Or is it I who doesn't remember it?
Demo, lets think about analogies - they make things simpler. Ingatan manusia seperti layaknya storage di komputer, memiliki kapasitas penyimpanan yang besar. Tetapi, informasi tidaklah
hanya disimpan, ia harus bisa dicari dan dikeluarkan kembali. Indexing di komputer, adalah asosiasi di manusia. Manusia mengingat informasi berdasarkan banyak hal, apakah topik, pelaku, waktu, lokasi, bentuk, ataupun kriteria lainnya. Di sini manusia memiliki tempat yg berbeda untuk asosiasi, dengan kapasitas yg lebih kecil daripada penyimpanan utama tadi. Ada kalanya kita bisa tiba2 teringat suatu hal, disebabkan karena kita memikirkan hal lain yg berhubungan dgn hal pertama tadi.
Kita lupa, adalah akibat dari hilangnya asosiasi ke informasi yg tersimpan di otak. Short term memory, adalah ingatan yg terasosiasi penuh, siap dicari dgn kriteria apapun.
Nah, supaya ingatan tetap bisa diretrieve, apa yg bisa dilakukan? Memaksimalkan memori yg bisa diakses dgn mengoptimalkan penggunaan ruang asosiasi? Mungkin, dgn informasi yg terstruktur, asosiasi yg dibutuhkan menjadi lebih sedikit, sehingga
lebih banyak volume ingatan yg dapat diakses langsung oleh kita.